you're reading...
Review

Fenomena Buku AdSense

Sebuah review tulisan Cosa Aranda yang berjudul “Berburu Dollar dengan AdSense

Tertarik dengan tulisan bung Cosa yang nyape di RSS reader yang saya pasang, segera saya menyambangi situsnya untuk melihat seberapa ramenya komentar terhadap tulisan itu (situs ini banyak fans-nya, termasuk saya). Tadinya hanya ingin ber-comment saja tetapi ketika nulis kok jadi panjang amat, jadinya saya posting saja disini.

Ehya…sebenarnya lagi nulis tentang hal lain tapi ‘lom slesai, jadi postingnya ini duluan.

Jujur saja selama ini saya agak enggan membeli buku-buku lokal. Karena isi nya mudah ditebak. dari pengalaman, isi buku lokal (tidak semua) biasanya hanya berisi ‘copas’ dari materi yang sudah ada. Atau paling tidak bukan berisi pemikiran, ide, pengalaman dan kreatifitas penulis terhadap topiknya, tetapi hanya mengajarkan sesuatu yang sudah ada.

Misalnya ketika saya baca buku tentang msword, isinya : Untuk membuat naskah baru pilih menu File lalu pilih New… (bah!)

Atau buku pemrograman yang hanya menjelaskan cara-cara menggunakan IDE, meng-compile, dll. (bah juga!).

Tak ada hal baru yang menambah pengetahuan tentang MsWord atau pun pemrograman. Semuanya sudah ada paling tidak kalo kita baca help-nya.

Jadi inget guru Fisika waktu SMA, (Ketika itu saya sempat mendebat beliau karena apa yang dikatakan/ diajarkan berbeda dengan apa yang saya baca pada buku pelajaran karangan X, akhir pembuktiannya, beliau yang benar) beliau bilang : “Harusnya jangan di sebut ‘pengarang’ buku karena isinya bukan karangan (pemikiran, idea kreatifitas red.) tapi menyadur dari sumber lain.”

Apalagi kalo nyadurnya full hehehe..

Ya, dari pengalaman saya membeli buku-buku lokal (sekali lagi tidak semuanya, beberapa buku dan penulis tidak masuk kategori ini) terlihat kalo ‘pengarang’ buku tersebut tidak bukan akhlinya. Ini terlihat dengan tidak ada satupun dari isi buku tersebut bersumber dari ide/kreatifitas (sekali lagi ide dan kreatifitas) penulisnya yang memberikan pengetahuan/wawasan/dorongan pada pembaca.

Kalau membaca literatur bule (buku, ebook, transkip) dari pengalaman saya banyak mendapat/ menemukan hal-hal baru. Karena mereka menulis dari hasil pemikiran, pengalaman dan kreatifitas mereka terhadap topiknya, dan yang orang lain barangkali belum memikirkannya (Pure original idea). Dan so-pasti mereka adalah orang-orang yang expert dan berpengalaman di bidangnya. Sehingga ketika kita membacanya kita banyak mendapat pengetahuan baru.

Bebarapa waktu yang lalu saya mendapat beberapa ebook dari mulai SEO sampai yang BlackHat-SEO walaupun baru beberapa yang saya baca (saya cetak juga), rasanya banyak bertambah pengetahuan saya tentang SEO yang putih, yang hitam ataupun yang abu-abu. Atau ada warna lain?

Tapi artinya bukan saya tidak bangga dengan bangsa Indonesia lho.

Saya setuju sekali dengan slogan pada IlmuKomputer dot com yang mengatakan “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” that’s great!. Tapi kalo hanya menulis ulang hal-hal yang sudah ada tanpa dihiasi ide-ide cemerlang serta kreatifitas yang bagus yang berguna buat pembaca? What friends are for? eh What for books are? (wah, nulisnya bener ngga nih!)

Intinya buku harus dapat meberi nilai tambah bagi pembacanya. Percuma dong kita beli buku kalo tidak mendapat tambahan pengetahuan apa-apa. Trus tidak hanya teori, dalam artian isi sebuah buku (kalo itu buku teknis) harus dapat dipraktekkan. Ini hanya bisa terjadi kalo yang menulis bukunya mempunyai pengalaman dan ide-ide kreatif yang telah dibuktikan.

Jadi Ada dua masalah yang harus dipikirkan.

Ada orang yang menulis buku walaupun tetapi tidak begitu expert tentang topik yang ditulisnya sehingga tulisannya tidak berbobot dan tidak memberi banyak ‘bobot’ pada pembacanya.

Ada yang expert dalam topik tertentu yang tidak menulis buku berbobot sehingga bobot expert-nya tidak sampai pada pembaca buku.

Kita tahu kadang ada orang pinter tetapi kesulitan kalau harus mentranfer ilmunya terhadap orang lain, tetapi ada juga orang yang tidak terlalu pinter tetapi sangat mudah dipahami ketika mengajarkan ilmunya.

Idealnya memang orang pinter yang pinter juga mengajarkan ilmunya pada orang lain.

Bagaimana ? Kawinan barangkali yah!

Bagaimana kalo yang mau menulis buku tapi tidak begitu expert tentang suatu topik ‘berkolaborasi’ dengan orang yang expert dalam topik tersebut sehingga menghasilkan buku yang berbobot.

Idealnya sih yang memang benar-benar expert bisa mengikat ilmunya dengan menuliskan pada sebuah buku yang dapat memberi pengetahuan dana manfaat bagi banyak orang.

Bagaimana?

‘I dream about a good books wrote by Indonesian writer’

About Guz

Belajar sambil bekerja merupakan hal yang biasa saya lakukan.

Diskusi

8 thoughts on “Fenomena Buku AdSense

  1. jadi inget… waktu dulu booming buku komputer, ada yg bikin buku software (lupa ttg apa) tapi 3/4 isinya berupa lampiran doc/manual yg ada di website software yg bersangkutan

    cape’ deh 🙂

    Posted by cosa | 16 Januari 2008, 8:27 pm
  2. Yah, begitulah kita memang baru berkembang. masih beruntung orang-orang yang masih mampu mengakses internet.
    Ayo para expert buat buku yang bagus…

    Posted by agustiana | 16 Januari 2008, 9:14 pm
  3. ya saya juga se,mpet tuh liat buku itu mas cosa… 🙂

    oh ya, mas cosa kok email saya ngak dibales …

    truss untuk artikel ini…saya pikir sebenarnya bnyk kok bule yg nyadur tapi kalo kita teliti, kenapa karena dia pake dimodf & ditambahin idenya bukan pure original..bukan dia yg pertama nulis tentang itu, tap jelas dari buku yg dia tulis ada progress dibanding buku yg dia sadur

    Posted by arham | 17 Januari 2008, 1:30 pm
  4. Saya ingat dengan pembahasan tentang film “The Matrix” yang katanya meniru salah satu film animasi Jepang (saya lupa judulnya). Waktu ditanya si creator animasi tadi, dia malah bilang (kurang lebih) bukan masalah bagi dia kalau ada yang nyontek hasil karyanya, asalkan yang nyontek mampu membuat/menambahkan ciri khas yang lain menjadi sesuatu yang baru.

    “Ada yang expert dalam topik tertentu yang tidak menulis buku berbobot sehingga bobot expert-nya tidak sampai pada pembaca buku.”
    Setahu saya orang pintar macam dosen saya dulu memang rada susah nulis, kalaupun nulis isinya terlalu vulgar eh teknis 🙂 , isinya jadi rumus melulu dan soal dan sedikit pembahasan.

    Posted by bisaku | 17 Januari 2008, 5:39 pm
  5. coba aja mas buku yang lain, ada yang lebih bagus: monetizing your blogger now. saya pernah baca bukunya, gag menyesatkan and istimewa banget

    Posted by greggig | 20 Juli 2008, 2:55 pm
  6. Eh Qu baru dapet terobosan baru ney,,,, beneran,,, buat bisnis adsense yang sangat memuaskan. Ni gak boOng, tetep butuh kerja keras (gak kaya iklan yang lain).. tapi hasilnya memuaskan…,.,.,., sistemnya kaya bank syariah, kerja keras, bersama, bagi hasil, dan dapet duit… reply ajah

    Posted by Darmadji | 6 Oktober 2008, 10:50 pm
  7. perlu di coba nih

    Posted by iskandar | 29 Oktober 2009, 8:31 pm
  8. Tidak semuanya seperti itu, asalkan anda tahu siapa pengarangnya. dan apabila memang seperti itu, penjual buku kan selalu memberikan garansi, jadi tinggal anda minta lagi aja uangnya. Anda juga bisa coba pelajari ‘Adsense Weapons’ yang dijamin Special

    Posted by Adsense Wet | 2 Maret 2010, 10:36 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: