archives

Review

This category contains 2 posts

Solusi Per-Parkir-an Domain dengan whyPark

Dari posting terdahulu, disebutkan betapa seringnya orang ‘tertipu’ dengan domain-domain yang diparkir. Karena domain ini hanya berisi iklan ‘tipuan’ pula. Dan sepertinya bukan sedikit orang yang terganggu dengan domain-domain yang diparkir ini. Tapi akhirnya…ada juga solusinya…

Bagi anda yang senang bermain dengan perparkiran saat ini ada solusi perparkiran model baru bahkan bleh dibilang terobosan dimana domain yang anda parkir tidak akan hanya berisi iklan yang tidak berguna, tapi akan diisi oleh konten, sekali lagi konten yang search engine well-friendly berdasarkan keyword yang anda pilih. Lebih hebatnya lagi anda bisa memasang adSense, YPN atau adBrite di situs yang domainnya anda parkir dan hasilnya 100% milik anda.domain-parking-logo.gif

Penasaran…

Domain parkir tersebut bernama whyPark.com, dengan moto Stop Parking Your Domain Name…Start Driving Traffic & Revenue. whyPark menawarkan model parkir yang istimewa, anda tinggal signup dan setup domain dengan whyPark, Pilih keyword anda dan tambahkan AdSense, Yahoo Publisher Network atau kode AdLain, dan Website anda sudah siap…

Setelah itu whyPark akan mengisi situs anda dengan dengan REAL Content, press release dan apapun yang semuanya akan di-optimize agar dapat mendapat rank di search engine. Anda tinggal duduk dan dan menunggu earning dari adSense, Yahoo Publisher Network atau apapun ads yang anda pasang tanpa memikirkan harus mengurusi konten.

api..ada tapinya lho!, Anda akan dipungut one time fee sebesar $99,95 untuk dapat menggunakan jasa whyPark ini. Anda kemudian dapat memarkir sampai 100 domain.
Keuntungan lain yang bisa didapat dari whyPark antara lain,

• anda dapat menjual domain anda di eBay walaupun dalam keadaan terparkir
• Setiap halaman web akan berisi link ‘Powered by whyPark.com’ dimana jika seseorang meng-klik ling tersebut dan melakukan pembelian , anda mendapat $45.

Dan masih banyak yang ditawarkan oleh whyPark, termasuk affiliate lewat clickBank.

Apakah Anda Berminat?

Fenomena Buku AdSense

Sebuah review tulisan Cosa Aranda yang berjudul “Berburu Dollar dengan AdSense

Tertarik dengan tulisan bung Cosa yang nyape di RSS reader yang saya pasang, segera saya menyambangi situsnya untuk melihat seberapa ramenya komentar terhadap tulisan itu (situs ini banyak fans-nya, termasuk saya). Tadinya hanya ingin ber-comment saja tetapi ketika nulis kok jadi panjang amat, jadinya saya posting saja disini.

Ehya…sebenarnya lagi nulis tentang hal lain tapi ‘lom slesai, jadi postingnya ini duluan.

Jujur saja selama ini saya agak enggan membeli buku-buku lokal. Karena isi nya mudah ditebak. dari pengalaman, isi buku lokal (tidak semua) biasanya hanya berisi ‘copas’ dari materi yang sudah ada. Atau paling tidak bukan berisi pemikiran, ide, pengalaman dan kreatifitas penulis terhadap topiknya, tetapi hanya mengajarkan sesuatu yang sudah ada.

Misalnya ketika saya baca buku tentang msword, isinya : Untuk membuat naskah baru pilih menu File lalu pilih New… (bah!)

Atau buku pemrograman yang hanya menjelaskan cara-cara menggunakan IDE, meng-compile, dll. (bah juga!).

Tak ada hal baru yang menambah pengetahuan tentang MsWord atau pun pemrograman. Semuanya sudah ada paling tidak kalo kita baca help-nya.

Jadi inget guru Fisika waktu SMA, (Ketika itu saya sempat mendebat beliau karena apa yang dikatakan/ diajarkan berbeda dengan apa yang saya baca pada buku pelajaran karangan X, akhir pembuktiannya, beliau yang benar) beliau bilang : “Harusnya jangan di sebut ‘pengarang’ buku karena isinya bukan karangan (pemikiran, idea kreatifitas red.) tapi menyadur dari sumber lain.”

Apalagi kalo nyadurnya full hehehe..

Ya, dari pengalaman saya membeli buku-buku lokal (sekali lagi tidak semuanya, beberapa buku dan penulis tidak masuk kategori ini) terlihat kalo ‘pengarang’ buku tersebut tidak bukan akhlinya. Ini terlihat dengan tidak ada satupun dari isi buku tersebut bersumber dari ide/kreatifitas (sekali lagi ide dan kreatifitas) penulisnya yang memberikan pengetahuan/wawasan/dorongan pada pembaca.

Kalau membaca literatur bule (buku, ebook, transkip) dari pengalaman saya banyak mendapat/ menemukan hal-hal baru. Karena mereka menulis dari hasil pemikiran, pengalaman dan kreatifitas mereka terhadap topiknya, dan yang orang lain barangkali belum memikirkannya (Pure original idea). Dan so-pasti mereka adalah orang-orang yang expert dan berpengalaman di bidangnya. Sehingga ketika kita membacanya kita banyak mendapat pengetahuan baru.

Bebarapa waktu yang lalu saya mendapat beberapa ebook dari mulai SEO sampai yang BlackHat-SEO walaupun baru beberapa yang saya baca (saya cetak juga), rasanya banyak bertambah pengetahuan saya tentang SEO yang putih, yang hitam ataupun yang abu-abu. Atau ada warna lain?

Tapi artinya bukan saya tidak bangga dengan bangsa Indonesia lho.

Saya setuju sekali dengan slogan pada IlmuKomputer dot com yang mengatakan “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” that’s great!. Tapi kalo hanya menulis ulang hal-hal yang sudah ada tanpa dihiasi ide-ide cemerlang serta kreatifitas yang bagus yang berguna buat pembaca? What friends are for? eh What for books are? (wah, nulisnya bener ngga nih!)

Intinya buku harus dapat meberi nilai tambah bagi pembacanya. Percuma dong kita beli buku kalo tidak mendapat tambahan pengetahuan apa-apa. Trus tidak hanya teori, dalam artian isi sebuah buku (kalo itu buku teknis) harus dapat dipraktekkan. Ini hanya bisa terjadi kalo yang menulis bukunya mempunyai pengalaman dan ide-ide kreatif yang telah dibuktikan.

Jadi Ada dua masalah yang harus dipikirkan.

Ada orang yang menulis buku walaupun tetapi tidak begitu expert tentang topik yang ditulisnya sehingga tulisannya tidak berbobot dan tidak memberi banyak ‘bobot’ pada pembacanya.

Ada yang expert dalam topik tertentu yang tidak menulis buku berbobot sehingga bobot expert-nya tidak sampai pada pembaca buku.

Kita tahu kadang ada orang pinter tetapi kesulitan kalau harus mentranfer ilmunya terhadap orang lain, tetapi ada juga orang yang tidak terlalu pinter tetapi sangat mudah dipahami ketika mengajarkan ilmunya.

Idealnya memang orang pinter yang pinter juga mengajarkan ilmunya pada orang lain.

Bagaimana ? Kawinan barangkali yah!

Bagaimana kalo yang mau menulis buku tapi tidak begitu expert tentang suatu topik ‘berkolaborasi’ dengan orang yang expert dalam topik tersebut sehingga menghasilkan buku yang berbobot.

Idealnya sih yang memang benar-benar expert bisa mengikat ilmunya dengan menuliskan pada sebuah buku yang dapat memberi pengetahuan dana manfaat bagi banyak orang.

Bagaimana?

‘I dream about a good books wrote by Indonesian writer’

%d blogger menyukai ini: